(Oneshoot) I Will Forget You

Published July 11, 2012 by kangyuuri

(Oneshoot) I Will Forget You

Author : Kangyuuri
Cast : Key “SHINee”, Lee Hyura (OC), Kim Jonghyun “SHINee”
Genre : Sad
Length : Oneshoot
– Gue saranin bacanya sambil dengerin lagunya C.N Blue yang judulnya “Tearsdrop in the rain”. Mudah-mudahan feel-nya dapat! So… jangan lupa buat tinggalin jejak, Ok?
– Oh iya, gue gak kasih poster di ff gue, soalnya gue gak bisa bikin poster (khe, khe, kheee… Author katro!). Tapi kalo ada chingu yang mau berbaik hati buat ngebikinin poster untuk ff nista ini, silakan kirim ke email gue di y.raida@yahoo.com
– Readers yang baik adalah yang sayang ama gue (readers: ke laut aja lo, thorr!!!).

-flashback
Key POV…
Aku menatap kaku yeoja di hadapanku saat ini. Yeoja ini menunduk dan terus menunduk tanpa berani menatapku. Ia tampak menggigiti bibir bawahnya untuk menahan air matanya. Tapi sekuat apapun ia menahannya dan bahkan sampai bibirnya berdarah, air matanya tetap jatuh mengaliri wajahnya.
“… kau yakin dengan keputusanmu ini?” tanyaku dengan suara tercekat. Hanya itu yang bisa kukatakan setelah sekian lama hanya mampu terdiam kaku.
“Ne, Oppa. Mianhae…” jawabnya lirih seraya terus menunduk. Samar-samar masih dapat kutangkap suara isakan tangisnya yang mati-matian ditahannya. Aku kembali menatapnya… nanar…
Yeoja ini… Lee Hyura… Yeoja yang kukenal 2 tahun yang lalu. Hyura yang kuat, mandiri, ceria, pemberani, penyayang, tapi juga sangat lembut. Hyura yang selalu tersenyum dan sama sekali tidak pernah menampakkan kesedihannya. Bagiku Hyura adalah penyemangatku, peredam amarahku, buku harianku, penaik suasana hatiku, juga… penopangku saat jatuh. Hyura sangat kuat, sebelumnya ia bahkan tidak pernah menangis.
Tapi sekarang… di hadapanku… lagi-lagi ia menitikkan air matanya. Janji yang kubuat saat pertama kali aku menyatakan perasaanku padanya dan ia menerimaku, janji bahwa aku akan selalu menyayanginya, mencintainya, menjaganya, berada disisinya, juga tidak akan menyakitinya, sama sekali hanyalah sebuah bualan saja. Aku sama sekali tidak bisa menepatinya!
Pabbo, dasar Key pabbo! Aku hanya bisa mencintai dan menyayanginya! Hanya cinta yang bisa kuberikan! Sadarlah Key, Hyura tidah hanya membutuhkan cinta! Ia juga butuh seseorang yang bisa menjaganya. Seseorang yang bisa berada disisinya dan berbagi banyak hal dengannya. Tapi tentunya, setiap yeoja membutuhkan seseorang yang mampu membuatnya bahagia bukan hanya bisa membuatnya menangis seperti sekarang ini! Kau benar-benar namja terjahat Key!!
“Tapi kenapa, Hyura? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?”
Oh shit!! Kau gila, Key!! Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutku tanpa bisa kutahan. Ini benar-benar gila! Otakku memerintahkan untuk melepaskan Hyura, tapi hatiku tetap menahannya agar tetap tinggal dalam lingkaran penuh kegelapan dalam hidupku.
“Anniyo, Oppa. Aku sangat mencintaimu, sejak dulu mencintaimu, bahkan untuk nantinya aku akan tetap mencintaimu. Tapi aku tidak bisa seperti ini, aku lelah Oppa. Setiap hari aku hanya bisa melihatmu saja tanpa bisa mendekat. Kau terlalu sibuk dengan duniamu sampai tidak memiliki waktu untukku. Aku mencoba realistis Oppa, tapi aku juga hanya seorang yeoja biasa yang juga ingin bermanja-manja dengan kekasihku atau hanya sekedar berbagi cerita. Denganmu jangankan untuk bermanja-manja, sekedar untuk mendengar suaramu-pun sangat sulit Oppa. Kita membuat janji untuk bertemu selama sebulan dan bahkan kita habiskan kurang dari 10 menit. Aku lelah, aku lelah terus menunggumu, Oppa.” kata Hyura dengan emosi meledak-ledak. Aku hanya bisa terdiam lagi mendengar luapan emosinya yang ntah sejak berapa lama terus dipendamnya yang akhirnya meledak.
“Awalnya aku terus meyakinkan diriku bahwa aku mampu bertahan. Tapi semakin lama aku semakin ragu dengan keyakinanku sendiri, Oppa. Aku merasa terbodohi. Belum lagi serentetan gosip yang mengatakan bahwa kau sedang dekat atau menjalin hubungan dengan artis lain.” katanya. Aku sudah hendak membuka mulutku untuk bicara, tapi tertahan ketika Hyura mengangkat wajahnya yang sembab dan kembali melanjutkan kata-katanya.
“… Kita berpisah saja Oppa. Kau pantas mendapatkan yeoja yang lebih baik dariku. Yeoja yang bisa mengerti dirimu dan mampu bersabar menunggumu. Di luar sana banyak yeoja yang jauh lebih baik dariku yang juga sangat memimpikan kau menjadi milik mereka. Aku sadar, selama ini aku sudah egois karena menganggapmu hanya milikku seorang. Kau tidak hanya milikku Oppa, tapi kau milik semua orang. Kau seorang Almighty Key SHINee yang dipuja-puja oleh penggemarmu. Lupakan aku, Oppa… Kau harus melupakan aku, melupakan seorang Lee Hyura yang pernah menjadi bagian dalam hidupmu. Terima kasih atas semuanya, Oppa. Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi… Jaga dirimu baik-baik…”
Hyura bangkit lalu mencondongkan tubuhnya sedikit ke arahku. Air mata yang sejak tadi kutahan runtuh seketika saat kecupan singkat Hyura singgah di bibirku. Aku hanya terdiam di tempatku seraya terus menatapi punggung Hyura yang semakin lama semakin menjauh dariku. Kuangkat tanganku berusaha menggapai Hyura yang terus menjauh. Tapi apa daya, yang kugapai hanyalah sebuah angin kosong. Air mataku semakin deras saat menyadari bahwa aku sudah kehilangan yeoja yang sangat kucintai karena keegoisanku sendiri.
“Lee Hyura… saranghae…”
-flashback end
“Kau sedang apa, Key?” seru Jjong hyung dari depan pintu kamar.
Blam! Langsung kututup sebuah buku diari yang selalu menemani hari-hariku selama ini.
“Anniyo, hanya bersantai.” jawabku seraya menyeka air mata yang tadi sempat keluar saat kembali membaca kisahku bersama yeoja yang sangat kucintai, Lee Hyura. Aku langsung bangkit dari tempat dudukku dan berjalan mendekatinya.
“Aaa… kau pasti lagi-lagi membaca buku harianmu saat masih bersama Hyura-kan? Sudahlah… Lupakan yeoja itu, ini sudah 3 tahun tapi kau masih saja mengingatnya.” kata Jjong hyung seraya menepuk-nepuk pundakku.
“Arraseo, Hyung. Hanya ingin mengingatnya saja, bagaimanapun Hyura adalah yeoja yang sangat kucintai.” kataku seraya tersenyum kecil.
“Arra-arra, jangan mellow begini. Kau jadi bukan Key kalau galau begini. Keudae Key, apa… kau siap?” tanya Jjong hyung yang tampak ragu. Ia menatapku dengan tatapan cemas.
“Waeyo, Hyung?”
“Apa kau siap melihatnya? Kau boleh tidak pergi kalau kau mau dan kami akan mengatakan padanya kalau kau mendadak ada kepentingan.”
“Gwaenchana, Hyung. Aku harus pergi. Aku harus menemuinya untuk yang terakhir kali. Aku… harus memberikan restu pada Hyura dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja.” kataku dengan nada tercekat. Setetes air mata kembali jatuh dari pelupuk mataku saat mengatakan itu.
“Aigo… kau selalu menjadi lemah saat membicarakan Hyura, yeoja itu benar-benar luar biasa.” kata Jjong hyung seraya kembali menepuk pundakku.
“Ne, Hyura memang yeoja yang luar biasa. Hanya dia satu-satunya yeoja yang berani menyirammu dengan air sirup sampai kau dikerumuni semut hingga berhari-hari.” kataku. Mendengar itu spontan Jjong hyung langsung bergidik ngeri karena bayangan semut yang mengerumuninya kembali datang.
“Yaa! Kenapa kau ingatkan aku lagi? Aku sudah hampir lupa! Hiiiyy…”
“Hahahaaa… Arraseo. Kajja, acaranya sudah hampir dimulai.” kataku lalu beranjak diikuti Jjong hyung yang tampak masih kengerian sambil terus memperhatikan lantai tempat ia berpijak takut-takut kalau ada semut disana.
***
Sekarang disinilah aku. Di tempat Hyura melaksanakan pernikahannya. Aku sengaja mengambil kursi paling belakang karena akan memudahkanku untuk pergi kalau-kalau aku sudah tidak kuat lagi menyaksikan yeoja yang masih sangat kucintai mengikat janji sehidup-semati dengan namja lain. Kulihat jauh di depanku sana, 4 sahabatku terus menatapku dengan tatapan khawatir, tapi hanya kubalas dengan senyuman kecil yang kuyakin sangat terlihat seperti senyuman terpaksa.
Tiba-tiba saja suasana yang tadinya riuh, mendadak hening. Dari arah pintu masuk tampak iring-iringan pengantin. Mataku menatap sang pengantin wanita tanpa berkedip. Cantik sekali! Sungguh, untuk saat ini Hyuralah pengantin wanita yang menurutku paling cantik. Oh tidak… kenapa pengantin wanita tercantik itu harus menjadi mempelai orang lain? Kenapa bukan aku yang mengikat janji dengannya?!
Hyura menoleh, menatapku yang juga terus menatapnya tanpa berkedip. Mata kami bertemu dan aku masih terus mendapati tatapan Hyura yang penuh cinta saat menatapku.
Aku sangat mencintaimu, sejak dulu mencintaimu, bahkan untuk nantinya aku akan tetap mencintaimu.
Air mataku jatuh lagi tanpa bisa kutahan saat melihat Hyura juga menitikkan air matanya. Ia terus menatapku sambil terus berjalan pelan bersama iring-iringannya.
“Tidak… Jangan pergi! Jangan menikah dengan orang lain, Hyura! Aku mencintaimu! Aku sangat mencintaimu! Kumohon, kembalilah!!”
Tidak, tidak mungkin aku mengatakan itu walaupun sangat ingin kulakukan. Aku bahkan berpikir untuk menarik tangan Hyura dan membawanya pergi. Tapi semua itu tidak mungkin kulakukan. Akhirnya yang bisa kulakukan adalah berdiam mematung di tempatku berdiri sambil berusaha tersenyum iklas walau air mataku terus mengalir dengan derasnya tanpa bisa kutahan. Memaksa Hyura hidup bersamaku sama dengan memaksanya hidup dalam penderitaan dan kegelapan. Hyura pantas bahagia dengan pria pilihannya dan akupun harus benar-benar melupakan Hyura mulai hari ini.
Aku benar-benar pergi dari tempat itu setelah Hyura selesai mengikat janji dan resmi menyandang predikat ‘istri’ orang lain. Dengan langkah yang sangat gontai aku berjalan meninggalkan tempat itu. Luka yang belum sembuh selama 3 tahun ini rasanya kembali terkoyak dan parahnya terasa bertambah perih. Air mata yang mati-matian ingin kuhapus dan kuhentikan, kubiarkan saja mengalir bersama bahuku yang terus-terusan bergetar hebat. Baiklah Hyura… Aku berjanji, ini adalah tangisan terakhirku untukmu, jadi biarkanlah aku menangis sepuasku… Akan tetapi tiba-tiba…
Plakkk!!
Aku sukses jatuh tersungkur saat tiba-tiba ada sesuatu yang menghantam kepalaku. Air mataku spontan terhenti dan langsung kuseka air yang sejak tadi sudah membuat pandanganku kabur. Kutatap sesuatu yang tadi menghantam kepalaku. Sebuah sepatu? Sepatu siapa ini? Kuambil benda itu dengan ekspresi bingung.
“Yaa! Minggir!!” teriak seseorang yang mengagetkanku. Sontak aku menoleh dan saat itu juga aku sukses melongo. Seorang yeoja dengan gaun pengantin berwarna putih gading panjang tampak berdiam di atas tembok yang saat ini kusandari.
“Lihat apa?! Cepat minggir!!” serunya lagi galak lalu langsung melompat ke bawah. Melihat itu akupun refleks menyingkir dan…
Brukkk!!
Yeoja dengan gaun putih panjang yang kutebak dari pakaiannya pasti salah satu pengantin wanita yang juga akan menikah di gedung tempat Hyura menikah tadi, sukses jatuh ke tanah. Ia tampak meringis kesakitan sambil mengelus-elus pantatnya yang jatuh lebih dulu ke tanah.
“Appoyo…” ringisnya.
“Yaa… gwaenchana?” tanyaku ragu.
“Neo… Kenapa kau menyingkir, huh?!” hardik yeoja itu seraya melotot ke arahku. Mendengar itu aku sontak mengerutkan keningku heran.
“Agashi, bukankah kau sendiri yang tadi memintaku untuk menyingkir? Kenapa sekarang kau berteriak padaku?” tanyaku seraya menahan rasa kesal yang mulai muncul. Isshhh… aku paling tidak suka dibentak atau diteriaki.
“Arraseo! Tapi apa kau tidak bisa bersikap gentle sedikit? Kau itu seorang namja, seharusnya tadi kau menyambut tubuhku, bukannya menyingkir seperti yang kuperintahkan dan membiarkan seorang yeoja jatuh begitu saja!” bentaknya seraya berdiri di hadapanku dengan posisi menantang. Aigo… yeoja ini… Suasana hatiku sedang sangat buruk, tapi ia malah mengajakku bertengkar!!
“Yaa! Apa kau adalah yeoja? Lihat dirimu! Casing-mu saja yang yeoja dengan balutan gaun pengantin dan hiasan cantik di kepalamu. Tapi lihat kelakuanmu, sungguh konyol! Yeoja mana yang berani memanjat tembok dan melompat begitu saja? Seorang yeoja seharusnya bersikap anggun dan manis, bukan sepertimu!” omelku. Aigo… Aigo… Key, apa yang kau lakukan?
“Neo…”
“Kang Yuuri!! Kau mau pergi kemana? Cepat kembali!!” Yeoja itu menoleh, akupun juga ikut menoleh. Dari arah gedung tempat resepsi pernikahan, tampak segerombolan orang sedang berjalan mendekat. Melihat itu, yeoja gila-yang tadi bertengkar denganku-langsung meraih tanganku dan menyeretku pergi.
“Yaa! Apa-apaan ini?!” seruku yang tidak dipedulikannya dan malah terus menyeretku pergi.
“Yuuri-ya… Kembali ke dalam!”
“Shireo, Eomma! Batalkan saja pernikahan itu! Aku hanya akan menikah dengan namja ini!” seru yeoja gila itu yang sontak membuatku membelalakkan mata.
“MWORAGO?!” teriakku spontan.
“Siapapun kau, kumohon bantu aku kali ini!” katanya yang langsung menyumpal mulutku dengan bibirnya hingga aku tidak bisa berkata-kata dan hanya mampu memelototkan mataku. Astaga… Aku sudah benar-benar gila!!

END

Heheheee… Gimana? Gaje bangetkan? Iya, pasti dahh!! Apalagi ending-nya! Maklum ini gue bikin waktu gue lagi suntuk-suntuknya ama skripsi gue yang gak jalan-jalan. Mau gue bikinin ff yang jauh lebih gaje dari ini? Mau? Mau? (reader: enggakkkkk). Tinggalin jejak lo di ff nista ini ya… koment dari kalian adalah oksigen buat gue (elaaahhhhh)….

Advertisements

2 comments on “(Oneshoot) I Will Forget You

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s